CARA MENDIDIK HATI
'Auuzdu Billahiminasysyaithoonirrojiim
Bismillaahirrahmaanirrohiim
Hati merupakan segumpal darah yang menentukan baik buruknya ucapan & tingkah laku seseorang, karena keadaan di dalam diri akan terpancar ke luar diri, atau istilah lain yang sering kita dengar adalah : " INNERBEAUTY " kecantikan dari dalam akan terpancar ke luar.
Oleh karena itu menata hati sangatlah penting, lalu bagaimanakah agar hati tetap suci & bersih sesuai fitrahnya..?, jawabannya adalah sebagai berikut :
1. Mendatangi majlis ilmu
2. Nasehat-menasehati
3. Memberi salam dengan sempurna
4. Saling memaafkan
5. Membaca/Tilawah Qur'an
6. Sholat Tahajjud
7. Shodaqoh ( Sedekah)
Lalu ada lagi penjelasan dalam kitab Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali memberikan 5 Cara Mendidik HATI supaya RENDAH HATI " TAWADHU " yaitu :
1). Jika engkau melihat orang yang masih muda, maka katakan dalam hatimu, 'Orang ini belum banyak durhaka kepada Allah sedangkan aku sudah banyak durhaka kepada Allah. Tidak diragukan lagi orang ini lebih baik dariku'.
2). Jika engkau melihat orang yang lebih tua, katakan dalam hatimu, 'Orang ini sudah beribadah sebelum aku, dengan itu tidak diragukan lagi bahwa dia lebih baik dariku'.
3). Jika engkau melihat orang 'Alim (Berilmu), katakan dalam hatimu, 'Orang ini sudah diberi kelebihan yang tidak diberikan kepadaku. Dia menyampaikan suatu kebaikan kepada orang lain sedangkan aku tidak menyampaikan apa-apa. Dia tahu hukum-hukum yang tidak aku tahu. Maka bagaimana mungkin aku sama dengannya?'
4). Jika engkau bertemu dengan orang bodoh, kurang ilmu dan wawasan, katakan dalam hatimu, 'Orang ini sudah durhaka kepada Allah karena ketidaktahuannya sedangkan aku durhaka kepada Allah dengan pengetahuanku, maka hukuman Allah kepadaku lebih berat dibanding orang ini. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir hidupku dan akhir hidup orang ini'.
5). Jika engkau melihat orang kafir, maka katakan dalam hatimu, 'Aku tidak tahu, boleh jadi dia akan masuk Islam dan mengisi akhir hidupnya dangan amal kebaikan, dan dengan keislamannya itu dosa dosanya keluar dari dirinya seperti keluarnya rambut dari timbunan tepung. Sedangkan aku, boleh jadi tersesat dari Allah (kerana tidak mahu meningkatkan kualitas iman) dan akhirnya menjadi kafir, dan hidupku berakhir dengan amal buruk. Orang seperti ini boleh jadi besok menjadi orang yang dekat dengan Allah dan aku menjadi orang yang jauh dari Allah'.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran, “Maka janganlah engkau menilai dirimu lebih suci (dibanding orang lain). Dia (Allah) lebih tahu siapa orang-orang yang bertakwa.” (QS. an-Najm: 32)
Mudah-mudahan dari penjelasan tersebut hati kita semua tertata dengan baik, bersih, suci serta terdidik menjadi tawadhu, tetap rendah hati & tidak sombong dengan yang kita miliki.
Aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin.
Salam Literasi
Neneng Haryati, S.Pd, M.M
Komentar
Posting Komentar